14 Mei 2009

Lagi, Massa Tolak Boediono

BANDUNG -- Gelombang aksi penolakan terhadap Boediono sebagai cawapresnya SBY belum mereda. Kamis (14/5), puluhan akivis yang tergabung dalam Aliansi Anak Bangsa (AAB) berunjuk rasa menolak Boediono di depan gerbang Gedung Sate, Bandung, Kamis (14/5).

AAB meminta SBY memilih figur lain selain Boediono. Koordinator AAB, Alfan Victory, dengan memilih Boediono, maka SBY akan mendapatkan hambatan dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, khususnya pemberantsan korupsi.


Untuk itu, tambah dia, popularitas SBY akan merosot bila bergandengan dengan Boediono. Pihaknya menyayangkan prestasi SBY bila memiliki wapres Boediono.

''Catatan hitam Boediono sangat banyak,'' ujar Alfan dalam aksinya. Alfan menjelaskan, Boediono merupakan pejabat yang diduga kuat dalam mengucurkan dana BLBI sebesar Rp 144,8 triliun untuk bank swasta dan Rp 267 triliun untuk bank pemerintah.

Namun sayang, tegas dia, hingga kini pengusutan kasus tersebut tidak jelas. Pihaknya mendesak aparat penegak hukum agar mengusut kasus tersebut hingga menyeret Boediono.

Hasil pantauan Republika, aksi diwarnai pemampangan poster bertuliskan 'Boediono pengeruk harta rakyat' dan 'Tolak Boediono Jadi Cawapres'.

Mereka pun membagi-bagikan selebaran kepada para pengendara yang melintas di depan Gedung Sate, Bandung. Karena pengunjuk rasa tidak berencana memasuki Gedung Sate, maka penjagaan dari aparat kepolisian pun tampak longgar. san/kpo


Sumber

Photo Bersama

Photo Bersama
KH. Asep Ahmad Maoshul Affandy tengah berdiri beserta Tim dan RESSANT setelah bersilaturahmi dengan para Alumni Miftahul Huda se-Garut di Samarang Garut.